Thursday, August 11, 2011

Data Wellsite di Sumur Eksplorasi

Seorang wellsite geologist yang bekerja untuk pemboran sumur eksplorasi untuk lapangan minyak dan gas bumi mempunyai tugas untuk mengontrol kualitas semua data pemboran baik data permukaan (surface data) maupun data bawah permukaan (surbsurface). Dua jenis data tersebut disediakan oleh beberapa perusahaan jasa pemboran (oil service company) dan diambil selama pemboran berlangsung dan diberikan kepada wellsite geologist; sebagai wakil dari perusahaan minyak yang melakukan pemboran sumur eksplorasi tersebut. Sebelum meningkat lebih jauh, tentang bagaimana melakukan check & quality control data-data tersebut; ada baiknya mengetahui data-data apa saja yang akan diterima oleh seorang wellsite Geologist

Well Information
Semua data tentang sumur yang akan dibor, yaitu nama sumur, tipe sumur (directional, horizontal, vertical hole), lokasi koordinat, Elevasi, AFE number, Spud date, TD proposed, semua tertuang dalam well proposal. Semua informasi yang sifatnya masih dalam proposal, harus segera di "update" saat pemboran akan dimulai, yaitu dimana anjungan pemboran (drilling rig) sudah dalam posisi siap mulai melakukan pemboran.
Data Koordinat Lokasi Sumur Pemboran
From Picasa blog

Mud Logging Data
Saat pemboran berjalan, data-data pemboran dan geologi di permukaan biasanya diambil oleh tim mud logging. Dalam sumur eksplorasi mereka terdiri dari 2 tim kerja (malam & siang). Satu tim kerja mud logging tersebut yaitu satu orang Data Analyst atau Pressure Engineer, satu orang Mud Logger dan satu orang Sample Catcher. Mereka bertugas mengumpulkan data-data pemboran yaitu parameter pemboran (ROP, WOB, RPM, GPM, SPP, dan lain-lain), drill cutting sample, rekaman kedalaman sumur, lumpur pemboran (MW in, MW out, MT in, MT out), gas yang dikandung didalam lumpur pemboran, selain itu memonitor jika ada kemungkinan unsur-unsur gas berbahaya seperti H2S. Seluruh aktifitas pemboran juga dicatat dalam suatu log harian dan database, disertai dengan keterangan-keterangan yang mungkin diperlukan. Seluruh data-data pemboran tersebut, akan dituangkan dalam bentuk log grafik kurva vs kedalaman maupun dalam log-log catatan laporan harian; selain data tersebut juga menyediakan data-data berupa angka-angka dari setiap data yang diperlukan. Dalam era modern seperti sekarang, mereka seringkali menyediakan dalam bentuk digital atau soft file, yang dilaporkan secara rutin tiap harinya. Mereka adalah:
1. Master Mud Log
2. Gas Ratio Log
3. Drilling log
4. Formation Pressure Log
5. Activity time base Log
6. ASCII data (drilling & gas data)
7. Mud Logging daily report
From Picasa blog

MWD, LWD, directional survey
MWD (Measurement While Drilling) data, LWD (Logging While Drilling) data dan directional survey data adalah data-data yang diambil dari bawah permukaan bersamaan saat pengeboran berlangsung; jasa ini disediakan oleh service company. Data-data tersebut antara lain data kemiringan dan arah (inclination & azimuth) lubang sumur (MWD) dan / atau sifat-sifat fisik batuan yang diukur oleh peralatan pengukur (LWD tool) yang dirangkai bersama dg pipa bor, mereka adalah GR, RESISTIVITY. POROSITY. Sama dg mud logging, mereka merupakan database yang dapat dituangkan dalam bentuk log grafik kedalaman dan akan dilaporkan secara rutin tiap harinya. Laporan mereka berupa:
1. LWD log (format MD & TVD)
2. MWD directional survey data
3. Vertical & Plan view well path plot
4. ASCII data (LWD log data & survey data)
5. Run Summary report (LWD tool & dir driller)
From Picasa blog

Wireline (Electric) logging
Wireline logging adalah pengukuran sifat fisik batuan yang diambil setelah satu bagian interval kedalaman tertentu selesai dibor. Adapun cara pengambilan data logging jenis ini yaitu dengan memasukkan rangkaian alat pengukur dengan menggunakan kabel (wireline) kedalam lubang bor. Karena lubang bor sudah tersedia, maka banyak pilihan data yang dapat diambil; seperti yg telah saya jelaskan ditulisan sebelumnya TENTANG WIRELINE LOGGING. Bentuk log pengukuran dan laporan yg disajikan antara lain:
1. GR / RESISITIVITY / POROSITY LOG
2. IMAGE & SONIC LOG
3. FORMATION PRESSURE TEST & FLUID SAMPLING
4. SIDEWALL CORE
5. SEISMIC SURVEY
6. CEMENT BOUND LOG
Setiap pengukuran diatas, seorang wireline engineer harus mencatat urutan pengoperasian, problem jika memang terjadi dari waktu ke waktu, dimana semua itu harus dilaporkan kepada drilling supervisor dan wellsite geologist. Bahkan wellsite geologist wajib mengawasi saat semua pengukuran dilakukan.
From Picasa blog

Wellsite Geologist Data & Report
Baik pemboran sedang berlangsung atau tidak, maka seorang wellsite geologist harus tetap membuat DAILY GEOLOGICAL REPORT (DGR). Jika pemboran sedang berlangsung, maka isi DGR akan lebih komplit disertai dengan data yang dilengkapi dari mud logging, selain itu, harus membuat WELLSITE LITHOLOGY LOG dan Directional survey calculation, horizontal & vertical well path plot. Sedangkan data2 dari mud logging dan MWD/LWD juga harus disertakan untuk dilaporkan setiap harinya.
From Picasa blog
Begitupun saat wireline logging dilakukan, seorang wellsite geologist harus melaporkan kepada Operation Geologist data2 dan report berupa:
1. LOGGING OPERATION SUMMARY
2. FORMATION PRESSURE TEST DATA
3. FLUID DOWNHOLE SAMPLING DATA
4. FLUID SURFACE SAMPLING DATA
5. SIDEWALL CORE DESCRIPTION

Itulah sekelumit hal mengenai sistim pendataan dan pelaporan di suatu sumur eksplorasi. Ingat...! Kepentingan sumur eksplorasi bagi geology adalah mendapatkan data sebanyak-banyaknya, lengkap dan akurat. Mendapatkan hydrocarbon atau air adalah soal lain.

Saya sedang menyusun contoh-contoh dari semua jenis laporan tersebut diatas; sehingga rekan2 dapat mengunduhnya. Semoga dapat saya selesaikan dalam waktu dekat. Mohon kritik dan saran dapat disampaika ke email saya.

Salam,
Sad Agus Praptiono

Published with Blogger-droid v1.7.4

posted from Bloggeroid